More
    BerandaPolisi: Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus 4 Orang

    Polisi: Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus 4 Orang

    Polisi: Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus 4 Orang

    Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menduga serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus itu terjadi karena korban sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia.

    https://policetube.com/embed/C6ToxRjOXiuxpMPKOQot

    Kepada Deutsche Welle, Usman menuturkan: “Ini setidaknya terlihat dari kegiatan Andrie selama setahun terakhir: Dari Rancangan Undang.-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI),  sampai perluasan militer secara lebih luas. Peristiwa percobaan pembunuhan kepadanya terjadi hampir genap setahun setelah Andrie menggeruduk pertemuan tertutup DPR yang membahas RUU TNI di Hotel Fairmont, 15 Maret 2025. Ia juga tidak berhenti di situ, tapi mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) baik uji formil maupun uji materiil yang semua berlangsung selama setahun ini.”

    Usman Hamid
    Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid Foto: Privat

    Ditambah lagi kegiatan terakhir di hari peristiwa itu, Andrie Yunus masih ambil bagian dalam podcast soal kembalinya militerisme dan judicial review, maupun ikut rapat pembahasan tindak lanjut laporan terkait isu keterlibatan militer di balik kerusuhan Agustus tahun silam, imbuh Usman.

    “Kritik atas perluasan peran militer jelas sangat sensitif. Apalagi sejak aksi protes di Fairmont, Andrie seketika itu juga mengalami teror-teror, juga kepada kantor KontraS dan juga teman-teman (aktivis), termasuk saya,” ungkap Usman kepada DW.

    Sementara itu Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike Sigiro beranggapan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memiliki indikasi kuat sebagai serangan terencana terhadap Pembela HAM, mengingat sosoknya sebagai aktivis yang vokal dalam berbagai isu advokasi HAM beberapa tahun terakhir, khususnya advokasi terkait RUU TNI dan unjuk rasa Agustus 2025 sebagaimana yang disebutkan Usman.

    “Serangan terhadap pembela HAM merupakan indikasi serius terhadap ruang kebebasan sipil dan jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh akan menimbulkan ‘chilling effect’, yang menimbulkan rasa keterancaman terhadap upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia,” papar Atnike kepada DW.

     Atnike Sigiro
    Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike SigiroFoto: A. Sigiro

    Atnike menambahkan, untuk itu, sebagai “duty bearer”, negara melalui aparatur dan institusinya harus melaksanakan tanggung jawabnya, seperti kepolisian, untuk memastikan proses penegakan hukum yang efektif, akuntabel, dan transparan, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi korban dan keluarga.

    “DPR dan pemerintah wajib memperkuat jaminan perlindungan bagi pembela HAM, dan aktivitas-aktivitas pembelaan HAM, baik melalui penguatan regulasi, pengawasan, maupun pencegahan keberulangan.” Untuk memastikan proses penegakan hukum dan perlindungan tersebut dilaksanakan secara efektif, maka Komnas HAM saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap kasus Andrie Yunus, imbuh Atnike.

    Koordinaor Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya  menandaskan tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM. “Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil.”

     Andrie Yunus
    Kalangan aktivis menyebut Andrie Yunus sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia. Foto: Forum Keadilan

    Menderita luka bakar

    Dalam kronologi yang disampaikan KontraS diceritakan peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (13/03) lalu. Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.

    Kemudian, dua orang yang naik motor menghampiri secara melawan arah di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku pertama merupakan pengendara, sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah, menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.

    Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung. Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%.

    Polisi: Ada empat pelaku

    Sementara itu, dalam konferensi persnya, keterangan polisi mengungkap pelaku mengendarai dua sepeda motor dan berpencar setelah melakukan aksi penyerangan. “Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, di Jakarta, Senin (16/03).

    Temuan polisi ini didasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik di Jakarta, ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/03). Ada sekitar 86 kamera pengawas yang dipantau untuk mengambil rekaman terkait perkara ini.

    Bukan tindak kriminal biasa

    Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menegaskan serangan ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tindak kriminal biasa. “Dalam konteks kerja-kerja pembelaan HAM dan advokasi publik yang selama ini dijalankan oleh korban, peristiwa ini juga harus dilihat sebagai ancaman terhadap ruang sipil serta terhadap prinsip negara hukum yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat,” demikian bunyi pernyataan bersama Direktur Eksekutif PSHK Rizky Argama dan Ketua STH Indonesia Jentera Aria Suyudi.

    Untuk itu, PSHK dan STH Indonesia Jentera mendesak aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh serangan terhadap Andrie Yunus, termasuk menangkap pelaku dan mengungkap pihak yang berada di balik peristiwa ini dan meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan, guna memastikan tidak terjadinya impunitas dalam kasus kekerasan terhadap pembela HAM.

    Kedua lembaga itu menegaskan, serangan terhadap Andrie Yunus memperkuat kekhawatiran bahwa kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia semakin dihadapkan pada risiko keamanan yang serius. Serangan terhadap pembela HAM tidak boleh dinormalisasi dalam negara yang menjunjung prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Negara harus menunjukkan komitmen yang nyata untuk melindungi ruang sipil serta menjamin bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap pembela HAM diusut dan dihukum secara adil.

    PSHK dan STH Indonesia Jentera menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat sipil yang terus memperjuangkan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia.

    Desakan dari DPR untuk kepolisian

    Komisi III DPR menggelar rapat khusus membahas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komisi III menyatakan keprihatinan dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Dalam keterangan pers yang diperoleh Deutsche Welle, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyebutkan Andrie Yunus wajib memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia, serta baik sebagai warga negara maupun sebagai pembela HAM.

    Disebutkan: “Komisi III DPR meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada saudara Andrie Yunus secara cepat, transparan dan profesional, serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya, baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan maupun melakukan perbantuan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

    Serangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu menambah deretan daftar intimidasi dan kekerasan yang dialami para pembela HAM dan aktivis antikorupsi di nusantara.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Must Read

    spot_img
    news-1701

    sabung ayam online

    yakinjp

    yakinjp

    rtp yakinjp

    slot thailand

    yakinjp

    yakinjp

    yakin jp

    yakinjp id

    maujp

    maujp

    maujp

    maujp

    sabung ayam online

    sabung ayam online

    judi bola online

    sabung ayam online

    judi bola online

    slot mahjong ways

    slot mahjong

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    SGP Pools

    slot mahjong

    sabung ayam online

    slot mahjong

    SLOT THAILAND

    118000716

    118000717

    118000718

    118000719

    118000720

    118000721

    118000722

    118000723

    118000724

    118000725

    118000726

    118000727

    118000728

    118000729

    118000730

    118000731

    118000732

    118000733

    118000734

    118000735

    118000736

    118000737

    118000738

    118000739

    118000740

    118000741

    118000742

    118000743

    118000744

    118000745

    118000746

    118000747

    118000748

    118000749

    118000750

    118000751

    118000752

    118000753

    118000754

    118000755

    118000756

    118000757

    118000758

    118000759

    118000760

    118000761

    118000762

    118000763

    118000764

    118000765

    138000451

    138000452

    138000453

    138000454

    138000455

    138000456

    138000457

    138000458

    138000459

    138000460

    138000461

    138000462

    138000463

    138000464

    138000465

    138000466

    138000467

    138000468

    138000469

    138000470

    158000346

    158000347

    158000348

    158000349

    158000350

    158000351

    158000352

    158000353

    158000354

    158000355

    158000356

    158000357

    158000358

    158000359

    158000360

    158000361

    158000362

    158000363

    158000364

    158000365

    158000366

    158000367

    158000368

    158000369

    158000370

    158000371

    158000372

    158000373

    158000374

    158000375

    158000376

    158000377

    158000378

    158000379

    158000380

    158000381

    158000382

    158000383

    158000384

    158000385

    208000381

    208000382

    208000383

    208000384

    208000385

    208000386

    208000387

    208000388

    208000389

    208000390

    208000391

    208000392

    208000393

    208000394

    208000395

    208000396

    208000397

    208000398

    208000399

    208000400

    208000401

    208000402

    208000403

    208000404

    208000405

    208000406

    208000407

    208000408

    208000409

    208000410

    228000091

    228000092

    228000093

    228000094

    228000095

    228000096

    228000097

    228000098

    228000099

    228000100

    228000101

    228000102

    228000103

    228000104

    228000105

    228000106

    228000107

    228000108

    228000109

    228000110

    228000111

    228000112

    228000113

    228000114

    228000115

    228000116

    228000117

    228000118

    228000119

    228000120

    228000121

    228000122

    228000123

    228000124

    228000125

    228000126

    228000127

    228000128

    228000129

    228000130

    228000131

    228000132

    228000133

    228000134

    228000135

    228000136

    228000137

    228000138

    228000139

    228000140

    228000141

    228000142

    228000143

    228000144

    228000145

    228000146

    228000147

    228000148

    228000149

    228000150

    228000151

    228000152

    228000153

    228000154

    228000155

    228000156

    228000157

    228000158

    228000159

    228000160

    228000161

    228000162

    228000163

    228000164

    228000165

    228000166

    228000167

    228000168

    228000169

    228000170

    228000171

    228000172

    228000173

    228000174

    228000175

    228000176

    228000177

    228000178

    228000179

    228000180

    228000181

    228000182

    228000183

    228000184

    228000185

    228000186

    228000187

    228000188

    228000189

    228000190

    228000191

    228000192

    228000193

    228000194

    228000195

    228000196

    228000197

    228000198

    228000199

    228000200

    238000232

    238000233

    238000234

    238000235

    238000236

    238000237

    238000238

    238000239

    238000240

    238000241

    238000242

    238000243

    238000244

    238000245

    238000246

    238000247

    238000248

    238000249

    238000250

    238000251

    238000252

    238000253

    238000254

    238000255

    238000256

    news-1701
    news-1701

    sabung ayam online

    yakinjp

    yakinjp

    rtp yakinjp

    slot thailand

    yakinjp

    yakinjp

    yakin jp

    yakinjp id

    maujp

    maujp

    maujp

    maujp

    sabung ayam online

    sabung ayam online

    judi bola online

    sabung ayam online

    judi bola online

    slot mahjong ways

    slot mahjong

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    sabung ayam online

    judi bola

    live casino

    SGP Pools

    slot mahjong

    sabung ayam online

    slot mahjong

    SLOT THAILAND

    118000716

    118000717

    118000718

    118000719

    118000720

    118000721

    118000722

    118000723

    118000724

    118000725

    118000726

    118000727

    118000728

    118000729

    118000730

    118000731

    118000732

    118000733

    118000734

    118000735

    118000736

    118000737

    118000738

    118000739

    118000740

    118000741

    118000742

    118000743

    118000744

    118000745

    118000746

    118000747

    118000748

    118000749

    118000750

    118000751

    118000752

    118000753

    118000754

    118000755

    118000756

    118000757

    118000758

    118000759

    118000760

    118000761

    118000762

    118000763

    118000764

    118000765

    138000451

    138000452

    138000453

    138000454

    138000455

    138000456

    138000457

    138000458

    138000459

    138000460

    138000461

    138000462

    138000463

    138000464

    138000465

    138000466

    138000467

    138000468

    138000469

    138000470

    158000346

    158000347

    158000348

    158000349

    158000350

    158000351

    158000352

    158000353

    158000354

    158000355

    158000356

    158000357

    158000358

    158000359

    158000360

    158000361

    158000362

    158000363

    158000364

    158000365

    158000366

    158000367

    158000368

    158000369

    158000370

    158000371

    158000372

    158000373

    158000374

    158000375

    158000376

    158000377

    158000378

    158000379

    158000380

    158000381

    158000382

    158000383

    158000384

    158000385

    208000381

    208000382

    208000383

    208000384

    208000385

    208000386

    208000387

    208000388

    208000389

    208000390

    208000391

    208000392

    208000393

    208000394

    208000395

    208000396

    208000397

    208000398

    208000399

    208000400

    208000401

    208000402

    208000403

    208000404

    208000405

    208000406

    208000407

    208000408

    208000409

    208000410

    228000091

    228000092

    228000093

    228000094

    228000095

    228000096

    228000097

    228000098

    228000099

    228000100

    228000101

    228000102

    228000103

    228000104

    228000105

    228000106

    228000107

    228000108

    228000109

    228000110

    228000111

    228000112

    228000113

    228000114

    228000115

    228000116

    228000117

    228000118

    228000119

    228000120

    228000121

    228000122

    228000123

    228000124

    228000125

    228000126

    228000127

    228000128

    228000129

    228000130

    228000131

    228000132

    228000133

    228000134

    228000135

    228000136

    228000137

    228000138

    228000139

    228000140

    228000141

    228000142

    228000143

    228000144

    228000145

    228000146

    228000147

    228000148

    228000149

    228000150

    228000151

    228000152

    228000153

    228000154

    228000155

    228000156

    228000157

    228000158

    228000159

    228000160

    228000161

    228000162

    228000163

    228000164

    228000165

    228000166

    228000167

    228000168

    228000169

    228000170

    228000171

    228000172

    228000173

    228000174

    228000175

    228000176

    228000177

    228000178

    228000179

    228000180

    228000181

    228000182

    228000183

    228000184

    228000185

    228000186

    228000187

    228000188

    228000189

    228000190

    228000191

    228000192

    228000193

    228000194

    228000195

    228000196

    228000197

    228000198

    228000199

    228000200

    238000232

    238000233

    238000234

    238000235

    238000236

    238000237

    238000238

    238000239

    238000240

    238000241

    238000242

    238000243

    238000244

    238000245

    238000246

    238000247

    238000248

    238000249

    238000250

    238000251

    238000252

    238000253

    238000254

    238000255

    238000256

    news-1701